Dulu aku sempat marah pada diriku, dan ingin rasanya kembali ke masa kanak-kanak dimana kita tak perlu menyembunyikan perasaan sayang masing-masing. Kita berlari bersama, main PS bersama, dan tak jarang juga kita bangun malam untuk menonton smack down ditemani cemilan yang sempat kau beli sore harinya. Kau tak pernah bosan mengajakku menonton acara yang tergolong horor untuk usia kita saat itu, padahal saat acara baru dimulai aku sudah tertidur pulas, dan kau dengan sabarnya membangunkanku dan menyuruhku makan cemilan agar rasa kantuk hilang. Tapi usaha mu sia-sia, aku tetap saja tertidur, dan lagi-lagi kau terus membangunkanku setiap aku kembali ke alam mimpiku.
Tapi, kini aku mensyukuri apa yang ada, dan mencoba menikmati setiap jalan cerita tentang kita. Dan kini aku sadar, aku pun sayang padamu, walaupun aku tak pernah berkata langsung atau menunjukannya padamu. Maaf....
Hanya kata maaf yang dapat aku ucapkan. Maaf atas keterbatasanku yang tak bisa menjadi pribadi seperti yang kau inginkan. Maaf atas sikap yang sering membuatmu kesal, dan sekali lagi maaf karena aku tak bisa menunjukan rasa sayangku padamu. Tapi, percayalah aku akan selalu sayang padamu dan akan mencoba bersikap baik padamu....

Tidak ada komentar:
Posting Komentar