kalimat tak bersyarat adalah kalimat yang sengaja dibuat tanpa pemikiran yang sulit dan memberatkan penulis.
Senin, 18 Juni 2012
Sabtu, 09 Juni 2012
Ketika Kata Sayang Terpendam
Entah setan mana yang merasuki aku. Tiba-tiba malam itu aku sangat amat sangat merindukanmu, lebih dari apapun! Tatapan tajammu yang kadang membuatku pedih, dan kata-kata yang menyayat hati kini sirna dari dirimu. Kini yang ada hanyalah tatapan teduh dan perhatian yang keluar malu-malu dari bibirmu. Sempat terpikir apakah ini hanya berjalan untuk beberapa waktu saja. Tapi semua itu salah! Semakin lama aku sadar betapa besarnya rasa yang kau miliki, betapa tulusnya rasa yang kau berikan padaku, dan betapa inginnya kau dekat denganku seperti dahulu kala.
Dulu aku sempat marah pada diriku, dan ingin rasanya kembali ke masa kanak-kanak dimana kita tak perlu menyembunyikan perasaan sayang masing-masing. Kita berlari bersama, main PS bersama, dan tak jarang juga kita bangun malam untuk menonton smack down ditemani cemilan yang sempat kau beli sore harinya. Kau tak pernah bosan mengajakku menonton acara yang tergolong horor untuk usia kita saat itu, padahal saat acara baru dimulai aku sudah tertidur pulas, dan kau dengan sabarnya membangunkanku dan menyuruhku makan cemilan agar rasa kantuk hilang. Tapi usaha mu sia-sia, aku tetap saja tertidur, dan lagi-lagi kau terus membangunkanku setiap aku kembali ke alam mimpiku.
Tapi, kini aku mensyukuri apa yang ada, dan mencoba menikmati setiap jalan cerita tentang kita. Dan kini aku sadar, aku pun sayang padamu, walaupun aku tak pernah berkata langsung atau menunjukannya padamu. Maaf....
Tapi, inilah aku.
Hanya kata maaf yang dapat aku ucapkan. Maaf atas keterbatasanku yang tak bisa menjadi pribadi seperti yang kau inginkan. Maaf atas sikap yang sering membuatmu kesal, dan sekali lagi maaf karena aku tak bisa menunjukan rasa sayangku padamu. Tapi, percayalah aku akan selalu sayang padamu dan akan mencoba bersikap baik padamu....
Dulu aku sempat marah pada diriku, dan ingin rasanya kembali ke masa kanak-kanak dimana kita tak perlu menyembunyikan perasaan sayang masing-masing. Kita berlari bersama, main PS bersama, dan tak jarang juga kita bangun malam untuk menonton smack down ditemani cemilan yang sempat kau beli sore harinya. Kau tak pernah bosan mengajakku menonton acara yang tergolong horor untuk usia kita saat itu, padahal saat acara baru dimulai aku sudah tertidur pulas, dan kau dengan sabarnya membangunkanku dan menyuruhku makan cemilan agar rasa kantuk hilang. Tapi usaha mu sia-sia, aku tetap saja tertidur, dan lagi-lagi kau terus membangunkanku setiap aku kembali ke alam mimpiku.
Tapi, kini aku mensyukuri apa yang ada, dan mencoba menikmati setiap jalan cerita tentang kita. Dan kini aku sadar, aku pun sayang padamu, walaupun aku tak pernah berkata langsung atau menunjukannya padamu. Maaf....
Hanya kata maaf yang dapat aku ucapkan. Maaf atas keterbatasanku yang tak bisa menjadi pribadi seperti yang kau inginkan. Maaf atas sikap yang sering membuatmu kesal, dan sekali lagi maaf karena aku tak bisa menunjukan rasa sayangku padamu. Tapi, percayalah aku akan selalu sayang padamu dan akan mencoba bersikap baik padamu....
Langganan:
Komentar (Atom)

