Senin, 18 Juni 2012

Selamat Ulang Tahun

Namanya Ade Aulia Fawwaz, orang-orang memanggilnya Ade tapi aku biasa memanggilnya dengan sebutan "Gendut". Entahlah, menurutku itu panggilan yang pas untuknya, hehehe.. 

Si "Gendut" yang satu ini adalah adik kesayanganku, karena dialah satu-satunya yang aku punya!

Nggak terasa setelah sekian lama  aku menghantui hidupnya ternyata aku baru sadar bahwa dia sudah cukup umur.. Emm, maksud aku sudah bukan balita lag! hehe Sabtu, 16 Juli 2012 kemarin dia merayakan ulang tahun yang ke tujuh tahun. Eh, bukan delapan tahun sepertinya. 

Ah, entahlah... Lagi pula berapa pun umurnya, toh setiap tanggal dan bulan itu umurnya terus bertambah kan?

Satu doa yang aku panjatkan untuknya adalah semoga dia menjadi pribadi yang bermanfaat bagi agama, bangsa, dan negara, terlebih khusus bermanfaat bagi orang tuaku.

Banyak orang yang heran melihat kami berdua, apalagi yang baru kenal. Mereka bingung mana yang mbaknya dan mana yang adiknya. Jelas aja mereka bingung, karena Ade itu gendut, dan tingginya hampir melebihi aku.

Pernah suatu ketika, saat aku, Ade, dan kedua orang tuaku sedang makan soto di pinggir jalan kota Semarang tiba-tiba pedagang soto itu ikut nimbrung ke obrolan kami berempat. Dan saat Ibu mau membayar, pedagang itu bertanya pada Ade.

"Ade, kelas berapa? IIIh, gendut ya.."

"Kelas dua.." jawab Ade dengan suara yang sok imut

"Oooh, kelas dua. Yang ini pasti kelas satu ya?" kata pedagang itu sambil menunjuk ke arahku.

MJJ alias mak jleb-jleb, sakiiiiit!!

Dan kejamnya lagi kedua orang tuaku malah menertawaiku dengan amat sangat bahagianya, apalagi si Ade! 

Si "Gendut" yang satu ini dengan bangganya menyipitkan matanya dan memenuhi wajahnya dengan pipi gembilnya sambil tertawa yang ditahan..

Ah, tapi yang sudah biarlah sudah. lagi pula bukan salah ibu mengandung kan? toh ini memang takdirku, tapi perlu aku syukuri setidaknya mereka memandangku masih imut-imut dan jauh lebih muda dari umurku  #menghibur diri.

Pada akhirnya, apapun yang sudah terjadi itu nggak masalah dan aku cuma ingin mengucapkan

 "Selamat Ulang Tahun Untuk Adikku Tersayang, doa selalu kupanjatkan sampai raga ini tak bernyawa"

Sabtu, 09 Juni 2012

Ketika Kata Sayang Terpendam

Entah setan mana yang merasuki aku. Tiba-tiba malam itu aku sangat amat sangat merindukanmu, lebih dari apapun! Tatapan tajammu yang kadang membuatku pedih, dan kata-kata yang menyayat hati kini sirna dari dirimu. Kini yang ada hanyalah tatapan teduh dan perhatian yang keluar malu-malu dari bibirmu. Sempat terpikir apakah ini hanya berjalan untuk beberapa waktu saja. Tapi semua itu salah! Semakin lama aku sadar betapa besarnya rasa yang kau miliki, betapa tulusnya rasa yang kau berikan padaku, dan betapa inginnya kau dekat denganku seperti dahulu kala.
Dulu aku sempat marah pada diriku, dan ingin rasanya kembali ke masa kanak-kanak dimana kita tak perlu menyembunyikan perasaan sayang masing-masing. Kita berlari bersama, main PS bersama, dan tak jarang juga kita bangun malam untuk menonton smack down ditemani cemilan yang sempat kau beli sore harinya. Kau tak pernah bosan mengajakku menonton acara yang tergolong horor untuk usia kita saat itu, padahal saat acara baru dimulai aku sudah tertidur pulas, dan kau dengan sabarnya membangunkanku dan menyuruhku makan cemilan agar rasa kantuk hilang. Tapi usaha mu sia-sia, aku tetap saja tertidur, dan lagi-lagi kau terus membangunkanku setiap aku kembali ke alam mimpiku.
Tapi, kini aku mensyukuri apa yang ada, dan mencoba menikmati setiap jalan cerita tentang kita. Dan kini aku sadar, aku pun sayang padamu, walaupun aku tak pernah berkata langsung atau menunjukannya padamu. Maaf....



Tapi, inilah aku. 
Hanya kata maaf yang dapat aku ucapkan. Maaf atas keterbatasanku yang tak bisa menjadi pribadi seperti yang kau inginkan. Maaf atas sikap yang sering membuatmu kesal, dan sekali lagi maaf karena aku tak bisa menunjukan rasa sayangku padamu. Tapi, percayalah aku akan selalu sayang padamu dan akan mencoba bersikap baik padamu....