Sabtu, 31 Desember 2011

Sepucuk Surat untuk Nay

Masih teringat jelas senyum yang selalu merekah saat kita bertemu, senyum yang mendatangkan kedamaian bagi siapapun yang melihatnya. Nay, andai ku tahu pertemuan itu adalah pertemuan terakhir kita, dan andai ku tahu nyawamu akan berakhir lewat kecelakaan itu mungkin aku akan mencegahmu sesaat dan memberi tahu kamu untuk berhati-hati dalam berkendara. Tapi, aku hanyalah manusia biasa yang tak pernah tahu kapan ajal seseorang akan datang.
kini aku hanya dapat berdoa semoga setiap dosa yang pernah kau lakukan akan diampuni oleh Allah SWT, setiap kebaikanmu pun diterima oleh-Nya dan kau ditempatkan di surga_nya. Amiin
Terakhir kuucapkan terima kasih atas persahabatan yang singkat ini, terima kasih atas tawa riang yang selalu kau berikan ditengah kebersamaan kita, dan terima kasih kuucapkan atas senyum yang tak pernah lelah tergambar diwajahmu..
Semoga kau tenang di alam sana.


Tempat sepi, 31 Desember 2011

Tidak ada komentar:

Posting Komentar