Selasa, 14 September 2010

Tak Ada Judul

Buku hitam nan kusam tampak dari kejauhan. Teringat betapa kelamnya kehidupan saat itu, dan semakin hari debu yang menempel di buku hitam tersebut semakin banyak.
Bagi sebagian orang buku itu pasti tak berguna lagi dan mereka pasti enggan untuk meraihnya, walau sekedar untuk menghilangkan debu-debu tersebut. Tapi semua itu tidak berlaku untukku. Karena aku masih punya hati untuk meraihnya. Bukan hanya sekadar untuk membersihkannya, tapi aku juga mengganti warna buku itu menjadi biru laut. Warna yang menurutku menggambarkan keindahan.
Yah,, bukan hanya itu saja. Aku juga membaca setiap tulisan yang ada didalamnya dan mencoba mengambil kesimpulan disetiap akhir tulisan-tulisan itu.


Tempat terpencil, 15 September 2010

Tidak ada komentar:

Posting Komentar