Tangis tertahan menyiksa batinku
kala malam datang,bayangmu selalu hadir dalam anganku
kala sunyi tercipta, kasihmu menyejukan hatiku
kala dingin menusuk jiwa, hangat belaianmu mulai terasa
yah, sangat hangat terasa!
andai saat itu, bukan saat terakhirmu
andai saat itu, bukan kata-kata itu yang aku dengar
andai saat itu, Allah masih memberimu nyawa agar aku dapat mendengar ceritamu yang terakhir
Tapi biarlah,takdir sudah bicara
Dan kini, hanya kesedihan, tangis, dan doa yang menjadi tumpuan rinduku padamu.
Hati yang rindu, 22 Juni 2010
Tidak ada komentar:
Posting Komentar