Jumat, 20 Mei 2011

Senja



Jiwa ini jauh melayang di waktu senja
Menembus megahnya mega
Menghantam angin yang menyapa

Senja, Oh, senja...
Lamunan tua jelas terbaca
Hati ini tak sanggup lagi menampung rasa
Karena engkau senja
Kisah dihati tak akan sirna


Tempat terpencil, 20 Mei 2011

Kamis, 19 Mei 2011

Tinta Biru



Tinta biru...
Menari indah dilembaran kisah
Menghiasi keceriaan di balik hati
Menaburkan butiran ketenangan di dalam jiwa

Tinta biru...
Menerbangkan harapan yang nyata
Harapan yang dahulu terbelenggu rasa
Harapan yang mengunci kata


Tempat, seperti dulu 20 Mei 2011

Minggu, 20 Maret 2011

Indahnya Kejutan

Kadang kejutan hadir di hidup kita
baik sadar maupun tidak sadar
baik diharapkan maupun tidak diharapkan
kejutan yang kadang membuat diri ini manis ataupun kecut
kejutan yang membuat diri ini geli maupun geram
kejutan yang kadang juga membuat diri ini jengkel dibuatnya.
dan, bahkan, sering membuat diri ini terlihat bodoh tak berdaya



Tempat terpencil, 20 Maret 2011

Minggu, 16 Januari 2011

Perjalanan Gelap

aku tersesat dalam gua

hanya gelap dan dingin yang menemani

cahaya pun enggan menyinari


kuraba setiap dinding gua, bergarap mendapat pegangan yang tepat untuk menuntunku

menit demi menit ku lewati dengan hati-hati

walau terkadang tajamnya dinding gua melukiskan goresan luka


berjalan dalam kegelapan,

ya, itulah yang aku alami hingga seberkas cahaya tampak dari ujung gua

dan ketika aku datangi, goresan luka pun tiada rasa lagi.



tempat terang, 17 Januari 2011

Sabtu, 11 Desember 2010

Pikiran tak Terduga

Sempat terbesit dalam pikiran untuk menikah.. Haha,, konyol memang kedengarannya.
Seorang Illyan Nafida yang cuek, tomboy, dan celelean memikirkan hal yang menjadi salah satu ladang ibadah ini. Walaupun untuk menikah sendiri aku sudah menargetkannya. Insya Allah 7/8 tahun yang akan datang. Dan kini saatnya aku memperkaya diri dengan ilmu dan mendekatkan diri pada-Nya. Zat yang telah menentukan kehidupanku.
Tapi sempat terpikir juga seperti apa imamku kelak? Karena didalam Al-quran sendiri dijelaskan bahwa lelaki baik untuk wanita yang baik dan lelaki yang tidak baik untuk perempuan yang tidak baik pula. Lalu seperti apakah aku ini? Apakah aku baik di mata Allah? Apakah Esok aku akan mendapatkan Imam yang baik dimata Allah pula?
Semoga saja, dan semoga doa ini akan dikabulkan oleh Allah. Amiin



Tempat terpencil, 12 Desember 2010

Minggu, 28 November 2010

Sesuatu yang Jauh

Sesuatu yang paling jauh dari diri kita adalah masa lalu.. Bahkan jauhnya pun melebihi Amerika, China, dan Rusia. Kenapa? karena negara-negara tersebut masih dapat kita tempuh dengan menggunakan transportasi, tetapi masa lalu tidak dapat kita tempuh dengan transportasi atau pun alat-alat canggih lainnya. BAhkan satu menit lalu yang terjadi dalam diri kita, tidak bisa kita ulang. Selisih satu menit yang lalu saja itu bisa disebut masa lalu. Dan bersyukurlah kita terhadap masa lalu kita. Walaupun mungkin masa lalu itu mengiris hati.
Yang terpenting adalah kita tidak boleh selalu melihat pada masa lalu dan jadikan masa lalu itu sebagai pelajaran dan pembenahan diri agar kita dapat menjadi pribadi yang lebih baik dimasa mendatang dibanding masa yang lalu.



Tempat tersembunyi, 28 November 2010

Kamis, 25 November 2010

sahabat lama

Teringat sms yang dikirim oleh temanku pada tanggal 8 desember 2009.
"tanx ea da! slma ni shbt yg plng ngrtiin q c5 kmu"
hmm.. Saat itu aku langsung mengambil nafas panjang lalu mengeluarkannya perlahan. Sebentuk senyuman tergambar dari wajahku. Tak ku sangka, masih ada yang menganggap aku sebagai sahabatnya. Apalagi yang menganggap itu adalah Y (nama disamarkan).

Dari awal kedekatan kami, aku memang sudah menganggapnya sahabat. Walaupun orang melihat dia sebagai sosok yang nakal, bandel, dan slenge'an, tapi aku tetap mau bersahabat dengannya. Aku termasuk orang yang menganut paham yang beranggapan bahwa sejelek-jeleknya orang pasti ada sisi baiknya, dan sebaik-baiknya orang pasti ada sisi jeleknya. Maka dari itu aku semakin penasaran mencari-cari dimana letak baik dari "Y" ini.
Dan suatu saat aku berbincang panjang lebar dengannya secara empat mata. awal pembicaraan masih seperti biasanya, diselingi bercanda yang tidak normal seperti orang-orang pada umumnya.. haha,, ya begitulah kami, selalu berbeda dengan yang lain.
Ditengah candaan kami, tiba-tiba dia menatapku serius. Sepertinya ada yang mau dia katakan: batinku.
Lepas beberapa detik, dia menceritakan sesuatu yang orang lain tidak tahu. Dari situlah aku mendapat pelajaran yang berarti dan mulai menemukan sifat baik dibalik dirinya.. thx




tempat lain, 25 november 2010